Kamis, 12 November 2009

puisi kamu,puisikami,puisi kita untuk semua


Ku tutup lembaran hitam masa lalu
Aku berdoa
Berharap
Sang putih kembali menyapa
Seperti kapal tanpa nakhoda
Tanpa arah
Tanpa tujuan
Aku seperti potongan ranting yang rapuh
Hancur
Jangan tanyakan
Ragaku ada
Tapi jiwaku hilang
Aku berdiri di sini
Tanpa arah
Tanpa tujuan
Tuhan, sungguh
Bantu aku menyibakkan gelap ini

Dzeus
Angin
Semilir,,,,,,
Menerpa menyambar raga
Sejuk merasuk ke penjuru jiwa
Tenang menyambut datangnya kedamaian menyadarkan syaraf….indah…
Sepoi…..
Akankah di namakan angin, jika sang bayu tidak lagi bertiup…
Entahlah…


Jati



0 komentar:

copy@righ fajri cah pedalaman merauke Template by : kendhin x-template.blogspot.com